.

Bekal Haji

Rabu, 06 November 2013


Terpelihara dari Rasa Lapar
Allahumma innii a'udzubika minal juu'i fainnahuu bi'sath- thaji'a, wa-a'udzubika minal khiyaanati fainnahaa bi'saal bithaanah.

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar, karena lapar adalah sejelek- jelek teman tidur.Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat khianat, karena khianat adalah sejelek-jelek kejelekan. "

Dengan membiasakan membaca doa diatas seseorang akan terbebas dari rasa lapar & akan memperoleh ketenangan jiwa dan senantiasa berlaku jujur.
"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (kata-kata kotor), berbuat fasik (zalim kepada yang lain) dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertak walah kepada-Ku hai orang-orang yang berakaf.” (QS. Al-Baqarah: 197)
        Ayat ini secara tegas menyatakan persiapan yang harus dimiliki oleh setiap jamaah calon haji, di samping hal-hal yang bersifat fisik material, termasuk uang dan barang-barang lainnya, juga bersifat spiritual dan rohaniah yang menguatkan akhlak dan perilaku baik, serta menjauhkan dari perilaku yang buruk dan tercela, terutama 3 perilaku yang secara eksplisit diungkap dalam ayat tersebut.
        Pertama,dilarang mengeluarkan kata-kata danucapan yang kotor dan kasar yang tidak pantas dan tidak layak diucapkan di tanah haram, terlebih lagi pada saat berpakaian ihram, seperti kata-kata yang berbau porno, menyakitkan, atau berisikan cacian dan hinaan.Diganti ucapan yang mencerminkan kepatuhan dan ketundukan hatikepada Allah SWT, seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, doa, membaca salawat kepada Nabi SAW & memperbanyak baca Alquran.
        Kedua, dilarang berbuat fasik dan zalim serta aniaya kepada sesama jama’ah atau pada makhluk Allah SWT lainnya yang hidup di tanah haram, termasuk dilarang merusak, mencabuti tanaman yang tumbuh, serta berburu atau membunuh binatang.Juga dilarang berdusta, berbohong dan menipu orang lain.
        Ketiga, dilarang berbantah-bantahan yang menyebabkan timbulnya permusuhan dan pudarnya semangat persaudaraan atau ukhuwah islamiyyah terutama antara sesame jamaah, baik yang berasal dari satu daerah atau satu negara, maupun dari daerah dan Negara. Semua jamaah haji harus larut dalam suasana keakraban, kekeluargaan, saling menolong dan membantu yang mencerminkan 1 tubuh (kaljasadil waa hid)atau satu bangunan yang solid.
        Hal-hal tersebut itulah yang harus menjadi bekal utama dari lain, setiap jama’ah calon haji, yang kalau dilatih dan dibiasakan selama ibadah haji, mudah-mudahan akan menjadi perilaku utama yang masuk kedalam struktur kepribadian parajamaah. Itulah oleh-oleh yang seharusnya dibawa oleh para jamaah ketika kembali ke Tanah Air dan ketempat masing-masing. Adanya peningkatan perilaku yang semakin baik dari sebelumnya.
        Sebagaimana dikemukakan Imam Hasan al-Basri ayyakuuna ahsana min qablu wa ayyakuuna qudwataah (perilakunya lebih baik dari pada sebelumnya dan menjadi panutan masyarakat lingkungannya).


Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. collections - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger