السلامُ عليكم ورحمةُاللهِ وبركاتهُ
حمدًاوشُكرًالله مالهُ من نهايةولاغاية ,والصلاةُوالسلامُ علي رسولِ
الله.قل الله تعلي في القرآن الكريم : إهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ.
أمّابعدُ
Syukur Al Hamdulillah kehadirat Allah SWT Yang
Maha Tinggi. Dan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad
SAW, keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik
hingga hari akhir zaman.
Dalam suatu hadits
disebutkan : “Barang siapa yang berjalan untuk
menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga.”
(
HR. Muslim )
Dan “ Barang siapa memberikan petunjuk
kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang telah
diterima oleh orang yang mengikutinya, dan tidak berkurang seditikpun hal itu
dari ganjaran orang tersebut.” ( HR. Muslim )
Dalam sebuah kehidupan apa
yang kita kerjakan adalah apa yang kita petik kelak. Ada 3 hal yang nantinya
akan menemani kita ketika kita berada di kehidupan selanjutnya yaitu kehidupan
akhirat..
Tiga hal
tersebut satu diantaranya adalah “Ilmu Yang Berguna”,
Jadi saya akan mengmbil tema :
“Ilmu
yang berguna”
ilmu disini ilmu seperti apa
thoh yng dikatakan berguna??
Ilmu tersebut adalah ilmu yang bisa
menjadikan orang lain lebih baik,lebih mengerti, lebih tahu, yang orang tersebut
mau menerapkannya.. tentu saja ilmu itu adalah ilmu yang positif, yang dimana
bisa menguntungkan bagi yang lainnya bukan malah mencelakakan.
Contoh
ilmu yang mencelakakan yang lainnya adlah : ilmu ngampak,ilmu nyopet,ilmu
membunuh(membunuh manusia), bahkan ilmu korupsi. Itu semua dapat menyelakakan
orang yang diajari, dan merugikan pihak ke-3.. maksudnya yang dicopet tadi... J
Yang
dimaksud dalam tema ilmu berguna ini adalah Mengajarkan ilmu membaca al-qur’an,
karena “sebaik-baik orang ailah orang yang mempelajari al-qur’an dan
mengamalkannya”. Tentu saja dengan baik dan benar menurut ilmu tajwid,
orang-orang sekarang memang bisa membaca al-qur’an, tapi pernyataan itu perlu diperjelas lagi. Mereka sekedar
bisa membaca atau bisa-bisa saja,?
Banyak yang mengaku bisa tapi
makhrojnya belum menguasai. Menguasai makhroj itu penting juga dalam membaca
al-qur’an.
Salah pelafatan huruf bisa merubah
arti bacaan..
Maka dari itu kita introspeksi bacaan kita, sudah benarkah? Jka
blm kita cari ilmunya kpda orng yang lebih mengerti.
Ingat jangn kpd orang yang tahu,
krna orang tahu belm berarti mengerti, dia Cuma sekedar tahu saja.
Sekian,Trimakasih..
والسلامُ عليكم ورحمةُاللهِ وبركاتهُ
By : Arif Efendi
21-11-2013 ; 12.27 WIB
