.

PROBLEMATIKA DAKWAH ISLAM

Selasa, 20 Mei 2014

PROBLEMATIKA DAKWAH ISLAM

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi
tugas Bahasa Indonesia
semester satu

Dosesn Pengampu :
Yuentie Sova Puspidalia, S.PD, M.PD





Oleh :
Agus Nanang Arif Efendi / 211013010

Komunikasi Penyiaran Islam
USHULUDIN DAN DAKWAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PONOROGO
2014

PENDAHULUAN
Dalam suatu hadist “ Barang siapa memberikan petunjuk kebaikan, maka baginya akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran yang telah diterima oleh orang yang mengikutinya, dan tidak berkurang seditikpun hal itu dari ganjaran orang tersebut.” ( HR. Muslim ). Dan dakwah sendiri diharapkan bisa membawa perubahan yang baik bagi para pendengarnya, dengan kata lain pendengar bisa menyampaikan apa yang telah di dengarnya dari pendakwah kepada yang lainya.
Tapi beberapa dari pendakwah ada yang kurang efektif dalam penyajiannya, jadi tentu saja para pendengar sulit menangkap pokok kandungan yang dimaksudnya. Sehingga pendengar menjadi kurang memperhatikan apa yang disampaikannya.
Menurut saya, dakwah adalah seni mengelola orang sehingga dibutuhkan keuletan serta kearifan, hal tersebut melibatkan unsur rasa atau kelembutan jiwa (perasaan). Dakwah juga merupakan aplikasi pengelola manusia agar manusia dapat merasakan peranan dan indahnya Islam.
Dalam dakwah, kebenaran saja tidak cukup karena masih membutuhkan komunikasi dan seni. Dan ini semua berkesinambungan dengan bahan dakwah, sudah barang tentu jika menguasai bahan / tema pokok pembahasannya, pastinya juga menguasai komunikasi serta pengaplikasian kepada objek yang dituju.
Jika dianalogikan Islam adalah sebagai air susu, dan pada peradaban sekarang ini air susu diminum dengan gelas, maka sudah barang tentu agar susu itu dapat diterima di masyarakat tidaklah disajikan dengan tempurung kelapa.
Ada juga analogi kongkrit dari pengalaman seseorang, ketika mengajar dia bertanya “tiga di tambah dua berapa ?” murid-murid menjawab dengan berbagai pemikirannya ada yang menjawab sembilan ada juga yang menjawab enam. Sang guru sepontan menjawab “salah”, keesokan harinya murid-murid banyak yang tidak masuk. Setelah beberapa usaha, satu persatupun murid mulai masuk kembali. Dan sang gurupun mengubah caranya, ketika pertanyaan yang sama diulang kembali dan jawabannya tidak sesuai dengan yang sebenarnya, sang guru tidak langsung menyanggah, tapi memberikan sebuah perumpamaan sehingga sang murid bisa memahami dan menerimanya. Dan akhirnya para siswa itu berhasil menyelesaikan sekolahnya.
Sarana adalah peradaban yang berubah sesuai dengan tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia. Akhirnya, etika akan ikut serta jauh dalam berbagai persoalan pensikapan dakwah. Etika yang dimaksud adalah etika dakwah, perihal tata krama dakwah atau adab yang mesti dijunjung tinggi dalam berdakwah, karena sumbernya dari syari’at.
I.                        PEMBAHASAN
       A.    PENGERTIAN DAKWAH ISLAM
Tinjauan Etimologi (lughat, Bahasa), kata “dakwah” berasal dari bahasa Arab, yaitu dari fi’il madhi: (Da’aa - Yad’uu – Da’watan) yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, menjamu.[1] Dakwah artinya: Penyiaran, propaganda, seruan untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama. Dakwah juga berarti suatu proses upaya mengubah suatu situasi kepada situasi lain yang lebih baik sesuai ajaran Islam atau proses mengajak manusia kejalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu agama Islam.
Dari tinjauan terminologi (istilah), banyak ahli atau pakar yang berusaha mendefinisikan dakwah dengan bervariasi penyajiannya. Para ahli tersebut di antaranya:
1.         HMS. Nasarudin Latif
Dakwah artinya setiap usaha atau aktivitas dengan lisan atau tulisan yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman dan menaati Allah SWT., sesuai dengan garis-garis aqidah dan syari’ah serta akhlak Islamiah.

2.      Syeikh Ali Mahfudz
Dakwah adalah mengajak (mendorong) manusia untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk, menyeru mereka berbuat kebajikan dan melarang mereka dari perbuatan munkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.
3.         Prof. H.M. Thoha Yahya Omar
Dakwah ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.[2]
Maka, dari pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa dakwah adalah suatu ajakan untuk mengajak umatnya agar melakukan hal yang baik atau mendekatkan diri kepada allah.
  1. PARADIGMA MEKANISTIS DAKWAH ISLAM
Model mekanistis dalam mengaspirasikan pesan, info, maupun saran, dalam kalangan ulama’ adalah dakwah yang berbentuk tabligh, termasuk yang paling lama dan paling banyak dianut sampai sekarang. Banyak studi yang telah dilakukan, dan banyak buku yang telah diterbitkan sehingga pengaruhnya sangat kuat dan melua, termasuk di kalangan masyarakat akademik maupun masyarakat luas.
Penerapan mekanisme dalam dakwah yang berbentuk tabligh dan khotbah memang dengan mudah dilakukan. Secara mekanistis, Asep Muhiddin (2002), Ali Aziz (2009) dan sejumlah penulis lainnya dengan mudah menjabarkan formula Lasswell, bahwa dalam dakwah terdapat unsur-unsur yang banyak dikenal, yaitu komunikator (pelaksana dakwah) komunike (pessan dakwah), komunikan (penerima atau khalayak dakwah), saluran (media dakwah), dan efek umpan balik (efek dakwah). Model seperti ini sangat mendominasi karya-karya tentang dakwah, baik yang dikembangkan oleh penulis dari kalangan kajian islam, maupun penulis dari kalangan kajian komunikasi.
Jadi dapat dikatakan bahwa dakwah adalah pembicaraan tentang iman, ilmu dan amal saleh atau pembicaraan tentang akidah, syariah dan akhlak. Dan semua itu kemudian dikaji dalam kerangka mekanistis, yaitu siapa yang berbicara, kepada siapa, melalui saluran apa, dan bagaimana efeknya.[3]
  1. KOMPONEN-KOMPONEN DAKWAH
Diantara dari sebagian yang menunjang keberhasilan dakwah adalah memenuhi komponen-komponennya, seperti:
1.                  Subjek
Adanya subjek dakwah (ulama’, da’i, mubaligh), yaitu orang yang melaksanakan dakwah. Pelaksanaan atau subjek dakwah ini bisa perseorangan atau kelompok, yang mampu melaksanakan tugas dakwah. Seorang mubaligh tidak harus lulusan sarjana dakwah atau lulusan pendidikan kader dakwah, karena lulusan tersebut bukan merupakan modal dasar dalam melaksanakan dakwah. Sosok subjek dakwah adalah sosok manusia yang mempunyai nilai keteladanan yang baik dalam segala hal. Setiap orang adalah pemimpin, karena itu ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya kelak ketika menghadap Allah.
2.                  Ruang Lingkup Dakwah
Objek dakwah / ruang lingkup dakwah harus diketahui agar sesuai dengan tuntutan masyarakat. Maka dari itu, seorang ulama’ (da’i, mubaligh) perlu mempelajari psikologi (ilmu jiwa), sosiologi, disamping memperhatikan adat istiadat dan kebudayaan masyarakat. Dengan mengetahui ruang lingkup atau objek dakwah ini diharapkan metode dan bahasa yang disampaikan dalam kegiatan dakwah dapat disesuaikan dengan keadaan tersebut.
3.                  Metode Dakwah
            Metode dakwah adalah cara bagaimana materi dakwah dapat diterima oleh objek dakwah dengan baik. Macam-macam metode dakwah tersebut diantaranya :
a.    Dakwah bil lisan
Dakwah ini dilakukan dengan menggunakan lisan, antara lain:
¨    Qoulun ma’rufun, yaitu dengan berbicara dalam pergaulannya sehari-hari yang disertai dengan misi agama, yaitu agama Allah, agama islam, seperti penyebarluasan salam, mengawali pekerjaan dengan  basmallah, mengakhiri pekerjaan dengan membaca hamdallah, dan sebagainya.
¨    Mudzakarah, yaitu mengingatkan orang lain jika berbuat salah, baik dalam ibadah maupun dalam perbuatan.
¨    Nasihatuddin, yaitu memberi nasihat kepada orang uang tengah dilanda problem kehidupan agar mampu melaksanakan agamanya dengan baik, seperti bimbingan serta penyuluhan agama dan sebagainya.
¨    Majelis ta’lim, seperti pembahasan terhadap bab-bab dengan menggunakan buku atau kitab dan berakhir dengan dialog.
¨    Penyajian umum, yaitu menyajikan materi dakwah di depan umum. Isinya tidak terlalu banyak, tetapi dapat menarik perhatian pengunjung.
¨    Mujadallah, yaitu berdebat dengan menggunakan argumentasi serta alasan-alasan yang mendasari argumentasi tersebut dan diakhiri dengan kesepakatan bersama dengan mengambil satu kesimpulan.
b.        Dakwah bil kitab
Yaitu dakwah dengan menggunakan keahlian tulis menulis berupa artikel atau naskah yang kemuduian dimuat di dalam majalah atau surat kabar, brosur, buletin, buku, dan sebagainya. Sehingga jangkauannya bisa lebih luas dan dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lebih lama.
c.         Dakwah dengan alat elektronika
Yaitu dengan memanfaatkan media elektronika, seperti radio, televisi, tape recorder, komputer dan sebagainya yang berfungsi sebagai alat bantu.
d.        Dakwah bil hal
Dakwah yang dilakukan melalui berbagai kegiatan yang langsung kepada masyarakat sebagai objek dakwah. Adapun cara melaksanakan dakwah bil hal diantaranya:
¨     Pemberian bantuan berupa dana untuk usaha, yang bersifat
produktif maupun konsumtif.
¨    Bersilaturohmi ke lembaga-lembaga, yayasan, maupun
     tempat-tempat yang lain.
¨    Pengabdian kepada masyarakat.
4.                  Logistik Dakwah
Adanya logistik dakwah yaitu dana yang diperlukan dalam rencana pelaksanaan dakwah. Sumber dana ini dapat diperoleh dari adanya berbagai sumbangan maupun infak. Sebaiknya, pencarian dana diperlukan pembuatan proposal yang selanjutnya ditandatangani oleh pihak yang berwenang.


5.                  Materi Dakwah
            Materi dakwah ini dapat diberikan menurut situasi dan kondisi objek dakwah. Materi dakwah diitujukan untuk mengajak orang lain untuk menjalankan agama islam dengan baik, serta mentauhidkan Allah, dengan bersumber kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasul. Apabila keadaan sudah diketahui, maka seorang da’i atau mubaligh tinggal menyiapkan materi yang sesuai.
D.    PROBLEMATIKA DAKWAH
            Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan dakwah sering dijumpai adanya kekurangan, kesalahan maupun kejanggalan dalam komponen-komponen dakwah, seperti materi yang tidak sesuai, mubaligh yang kurang menguasai media dakwah, dan sebagainya.
            Yang terpenting adalah bagaimana problematika tersebut dapat segera diatasi dan dipecahkan, sehingga kegiatan dakwah dapat berjalan secara lancar dan kontinu. Dengan memperbanyak aktivitas atau kegiatan dakwah secara terus menerus serta banyak belajar dari mubaligh yang sudah ahli atau terkenal, maka seorang da’i atau mubaligh akan semakin mengetahui kekurangan dan kelemahan, sehingga dapat memperbaiki dakwah kedepannya.
            Di Era globalisasi dan informasi ini perubahan masyarakat lebih cepat jika dibandingkan dengan pemecahan dakwah. Oleh karena itu, setiap kader dakwah harus selalu sadar dan waspada terhadap perkembangan masyarakat dewasa ini sehingga lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
            Berikut ini merupakan inventarisasi yang cukup penting dari berbagai problematika, yaitu:[4]

1.         Problematika Pemahaman Konsepsi Islam
            Tidak sedikit yang masih merasa bingung mengenai konsepsi islam, tidak hanya di kalangan umat islam, bahkan dikalangan kaum pergerakan sendiri. Ketidaktahuan atau kekurangan pemahaman tentang konsepsi tersebut menyebabkan berbagai kasus kekecewaan bersifat traumatis sehingga menyebabkan macetnya aktivitas dakwah. Kebanyakan mereka tidak siap mengambil resiko karena sebelumnya meraka tidak memperhitungkannya.
2.                  Problematika Dakwah Yang Bersifat Rutinitas
            Masyarakat maupun subjek dakwah telah banyak menyebabkan keberhasilan aktivitas dakwah, yang bersifat pribadi hingga bersifat internasional dalam segala segi. Namun program dakwah maupun aktivitas dakwah terlihat tidak berjalan terus menerus.
3.                  Problematika Beban Internal
            Tidak sedikit aktivitas dakwah yang telah membesar, banyak cabangnya serta anggotanya, namun semakin besar bukannya semakin kuat tetapi semakin lemah. Penyebabnya faktor internal, yaitu beban yang datangnya dari dalam.
4.                  Problematika Aqidah Dan Akhlak Serta Syari’ah
            Menyebabkan lahirnya gerakan sempatan (firqah-firqah) yang yang sangat mengganggu umat islam. Hal ini menyebabkan kecacatan, baik di bidang muamalah maupun bidang lainnya. Oleh karena itu sumber islam yang asli yaitu Al-Qur’anul Karim harus benar-benar dipelihara agar terhindar dari belenggu kesulitan.
5.                  Problematika Ukhuwah Islamiah
            Dalam rangka li-i-laikalimatillah fill ardhi, potensi umat seluruh dunia harus dilibatkan karena tugas ini tidak dapat dilakukan secara individual atau golongan-golongan tertentu. Dengan demikia, persaudaraan Islam di seluruh dunia harus benar-benar berjalan dengan baik.
E.                 PENUTUP
            Jadi kesimpulan dari pembahasan diatas adalah:
Ø     Dakwah yaitu suatu ajakan untuk menyeru (mengajak) umatnya agar melakukan hal yang baik atau mendekatkan diri kepada allah. Masalah yang dibicarakan tidak lepas tentang iman, ilmu, amal saleh, budi pekerti, adat istiadat, kebudayaan maupun kebiasaan, dan bisa juga dikatakan suatu pembicaraan tentang akidah, syariah dan akhlak.
metode yang digunakan antara lain:
o   Dakwah Bil Lisan
o   Dakwah Bil Kitab
o   Dakwah Dengan Alat Elektronika
o   Dakwah Bil Hal
Ø    Hendaknya seorang da’i atau mubaligh kembali pada Al-Qur’an dan Hadist guna menjadi dasaran atas dakwahnya.
Ø    Dengan memperbanyak aktivitas dakwah maka perubahan masyarakat pada era globalisasi dan informasi yang sangat cepat ini bisa diatasi, dan hendaknya selalu waspada terhadap perkembangan masyarakat dengan lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.






DAFTAR PUSTAKA

   Abd. Djaliel, Maman. 1997. Prinsip Dan Strategi Dakwah, Bandung: Cv. Pustaka Setia.
   Arifin, Anwar. 2011. Dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Graha Ilmu.
















[1] Prof. H. Mahmud Yunus, Kamus Arab – Indonesia, Yayasan Penyelenggaraan Penterjemah/Pentafsiran Al-qur’an, Jakarta, 1973, halaman 127.
[2] Rofi’udin & Maman Abd Djaliel, Prinsip Dan Strategi Dakwah, (Bandung: Cv Pustaka Setia, 1997) 24-25
[3] Anwar Arifin, Dakwah Kontemporer, (Yogyakarta: Graha Ilmu,2011) 51
[4] Rofi’udin & Maman Abd Djaliel, Prinsip Dan Strategi Dakwah, (Bandung: Cv Pustaka Setia, 1997) 54
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. collections - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger