.

Hakekat Segala Sesuatu

Minggu, 18 Mei 2014


PENDAHULUAN
Sekilas Tentang Plato Dan Aristoteles :
            Plato merupakan filosofBiografi Thomas Kuhn . Read more ... » YunaniSudut Pandang Filosofis Tentang Demam Korea Pop di Indonesia. Read more ... » yang menghasilkan banyak karya, ada yang berupa karya sendiri mau pun karya yang dibuatkan oleh para muridnya. Cita-cita Plato dahulunya ingin menjadi seorang politikus, tetapi dikarenakan kejadian bahwa SocratesIroni Socrates. Read more ... » mati dihukum minum racun, pupus sudah cita-citanya. Plato mengurungkan niatnya menjadi seorang politikus dikarenakan Socrates itulah yang merupakan gurunya selama 8 tahun (Hadiwijono, 38:2005).
            Plato dilahirkan di Athena pada tahun 472 SM dan ia pun merupakan bangsawan. Ia keturunan bangsawan dikarenakan ayahnya yang bernama Ariston merupakan keturunan rajaNegara Ideal Plato dan Naruto. Read more ... » Athena dan raja Messenia, sedangkan ibunya juga mendukung kategori kebangsawanan Plato dikarenakan ibunya yang bernama Perictone memiliki hubungan baikMakna Moralitas dan Lima Ciri Standar Moral. Read more ... » dengan pembuat hukumMartina Melaporkan Komnas Perlindungan Anak ke Polisi. Read more ... » yang juga seorang negarawan bernama Solon(Inet, 1b). Plato juga meninggal di kota yang sama ketika ia dilahirkan yaitu Athena pada tahun 347 SM (Delfgaauw, 19:1992).
Ajaran Plato dapat dikategorikan menjadi tiga besar yaitu: ajaran tentang ideMengajari Manusia Berpikir Secara Filosofis. Read more ... », ajaran tentang pengenalan, dan ajaran tentang manusiaEtika Teknologi dan Peradaban Umat Manusia. Read more ... ». Ajaran-ajaran ini didapatkan dari bukuMata Kuliah Filsafat: Hermeneutika. Read more ... »-buku yang telah ditulisnya, serta buku berisi tentang dialogIroni Socrates. Read more ... » Plato yang disusun oleh orang lain atau bisa jadi oleh muridnya.
2.      Aristoteles
Aristoteles (384-322 SM) ialah filosof besar di zaman klasik sesudah Sokrates dan Plato. Aristoteles berasal dan dilahirkan di Stagira (wilayah Yunani Utara sekitar Makedonia). Saat berumur 18 tahun, ia dikirimkan oleh ayahnya untuk belajar di Akademia milik Plato selama kurang lebih dua puluh tahun yang berlokasi di Athena.Dan ia pun menjadi salah satu murid terbaik di Akademia saat itu.
Setelah sepeninggalan Plato, Aristoteles berpindah dan membuat sekolah di Assos (Asia kecil). Kemudian tahun 342 SM filosof agung ini kembali ke kota kelahirannya di Makedonia untuk menjadi pendidik pangeran Alexander Agung. Setelah Alexander sudah dirasa mampu oleh ayahnya untuk menggantikan kedudukan dalam memimpin negara yang nantinya akan berpengaruh dalam periode Helenisme, Aristoteles kembali ke Athena dan mendirikan sekolah Lykeion yang beraliran Peripatetic di sana.Sejak saat itu Aristoteles menjadi filosof besar di Athena yang menjadi pusat kebudayaan Yunani ketika itu.
PEMBAHASAN
A.      Tentang Ide dan Pengenalan
Plato beropini bahwa ide itu lebih nyata dibanding semua
fenomena alam.Sehingga mula-mula muncul ide ayam daripada semua ayam dan telur di dunia indera.Namun, Aristoteles menyanggahnya dalam masalah ide.Dia memang setuju kalau ayam itu selalu berubah dan mengalami kematian.Sedangkan bentuknya itu kekal dan abadi.Tetapi bagi Aristoteles, ide ayam itu hanya sebuah konsep yang dibentuk oleh manusia setelah melihat sejumlah kuda di dunia indera.Dan ide itu tidak memiliki eksistensi tersendiri.
Mudahnya, bagi Aristoteles ide itu ada dalam benda-benda sebab mereka merupakan ciri khas dari benda-benda tersebut.Sebagaimana tubuh dan jiwa dalam pandangan Aristoteles yang bisa bersatu dan tidak dapat dipisahkan.
Tingkat realitas tertinggi bagi Plato adalah sesuatu yang kita pikirkan dengan akal kita.Dan semua benda di dunia alam ini hanya semata-mata cerminan dari benda-benda di dunia ide yang diidentikan dengan jiwa manusia.Dan bagi Aristoteles, tingkat realitas tertinggi adalah sesuatu yang kita lihat dengan indera kita.Benda-benda yang ada di jiwa manusia semata-mata hanya cerminan dari objek-objek alam. Makanya ia menganggap Plato berpikiran ranah imajinasi.
Plato sebelumnya telah memberi solusi terhadap persoalan tentang sesuatu yang berubah dan sesuatu yang tetap.  Persoalan ini merupakan perlawanan pemikiran antara Herakleitos dan Parmenides. Plato memberi solusi dengan mengemukakan gagasan bahwa ada sesuatu yang tetap dan ada pula yang berubah. Dari sini Plato sekaligus menyetujui pendapat keduanya serta menambahkan pendapat Parmenides bahwa sesuatu yang tetap kekal tidak berubah itu adalah ide atau “idea”.
Plato memiliki pandangan lebih tentang hakikat atau esensi dari segala sesuatu dibandingkan dengan Socrates. Plato meneruskan pendapat Socrates bahwa hakikat segala sesuatu bukan hanya dapat diketahui melalui keumuman, melainkan hakikat dari segala sesuatu itu nyata dalam ide. Solusi pertentangan Herakleitos dan Parmenides, dikemukakan Plato dengan mengkategorikan dua macam duniaMata Kuliah Filsafat: Hermeneutika. Read more ... », yaitu dunia yang serba berubah, serba jamak, dan tiada hal yang sempurna, sifatnya inderawi. Lalu dunia ide, yang merupakan dunia tanpa perubahan, tanpa kejamakan dalam artian bahwa (yang baik hanya satu, yang adil hanya satu, dan sebagainya) dan bersifat kekal.
Ide-ide di dunia hadir dalam benda yang kongkrit, semisal ide manusia ada pada tiap manusia, ide kucing ada pada tiap kucing. Benda-benda tersebut juga mengambil peran dan berpartisipasi dengan ide-idenya. Misalnya ada kucing sakti, kucing kampung, kucing peliharaan. Dalam contoh tersebut terdapat ide kucing, ide sakti, ide kampung, ide peliharaan. Ide tersebut berfungsi sebagai contoh benda-benda yang kita amati di dunia ini (Hadiwijono, 41:2005).
Aristoteles berpendapat bahwa seluruh pemikiran dan gagasan kita masuk ke dalam kesadaran kita melalui apa yang pernah kita dengar dan lihat. Namun kita juga mempunyai kekuatan akal bawaan bukan ide bawaan seperti yang diyakini Plato.Tetapi kita mempunyai kemampuan bawaan untuk mengorganisasikan seluruh kesan inderawi ke dalam kategori-kategori dan kelompok-kelompok. Dengan cara inilah konsep-konsep benda timbul.
Telah disinggung, bahwa di dalam dunia idea tiada kejamakan, dalam arti ini, bahwa “yang baik” hanya satu saja dan seterusnya, sehingga tiada bermacam-macam “yang baik”. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa dunia ide itu hanya terdiri dari satu ide saja, melainkan ada banyak ide. Oleh karena itu dilihat dari segi lain harus juga dikatakan bahwa ada kejamakan, ada bermacam-macam ide, ide manusia, binatangFilsafat Anti Hak Terhadap Binatang. Read more ... », dan lain-lainnya. Ide yang satu dihubungkan dengan ide yang lain, umpamanya seperti yang telah dikemukakan: ide bungaManusia dan Bahasa Bunga. Read more ... » dikaitkan dengan ide bagus, ide api dihubungkan dengan ide panas, dan sebagainya. Hubungan antara ide-ide ini disebut koinonia (persekutuan). Di dalam dunia ide itu juga ada hierarki, umpamanya: ide anjing termasuk ide binatang menyusui, termasuk ide binatang, termasuk ide makhluk dan seterusnya. Segala ide itu jikalau disusun secara hierarkis memiliki ide “yang baik” sebagai puncaknya, yang menyinari segala ide.
Sedangkan orang yang baik, menurut Aristoteles, adalah orang yang baik secara seluruhnya, bukan hanya diwaktu-waktu tertentu, seperti sekarang baik dan di waktu berikutnya tidak.
B.       Tentang Manusia Dan  Fungsi Dari Manusia
Menurut Plato ada dua hal yang utama dalam manusia yaitu jiwaNeopythagorisme. Read more ... » dan tubuh, keduanya merupakan kenyataanDua Pandangan Filosofis Tentang Kenyataan. Read more ... » yang harus dibedakan dan dipisahkan. Jiwa berada sendiri. Jiwa adalah sesuatu yang adikodrati, yang berasal dari dunia ide dan oleh karenanya bersifat kekal, tidak dapat mati (Hadiwijono, 43:2005).
Menurut Aristotle, tujuan dari manusia adalah tidak hanya “sekedar hidup belaka”,  Dia berpendapat lebih jauh lagi bahwa, “apabila fungsi dari manusia adalah sebuah aktivitas dari jiwa yang mengikuti prinsip rasional…. Maka kebaikan manusia muncul menjadi aktivitas jiwa yang berdasar pada kesempurnaan/kemuliaan (virtue).”
Seseorang adalah cerminan dari jiwanya. Aristoteles mengatakan bahwa jiwa itu dibagi menjadi dua bagian, yakni yang rasional dan irrasional.
Bagian yang irrasional disusun dari dua subbagian.Yang pertama adalah sebagaimana tumbuhan, yakni terdaoat komponen tumbuhan yang memberikan kita kapasitas untuk mengambil dan menyerap nutrisi dan memenuhi kehidupan biologis kita. Yang kedua adalah sama dengan hewan, ada komponen appetitive yang memberikan kita kapasitas untuk mengalami hasrat yang membuat kita bergerak cepat untuk memenuhi hasrat itu. Kedua jiwa irrasional ini cenderung berlawanan dan menentang jiwa yang rasional.Konflik di antara jiwa rasional dan jiwa irrasional lah yang memunculkan masalah mengenai moral juga baik dan buruk.
Karena Moral juga meliputi tindakan. Tindakan-tindakan particular yang diartikan di sini merupakan control jiwa rasional dan petunjuk untuk bagian jiwa yang irrasional .
Plato percaya bahwa jiwa itu dipenjarakan di dalam tubuh, oleh karena itu jiwa harus dilepaskan dengan caraCara Efektif Merayu Di Tempat Kerja. Read more ... » berusaha mendapatkan pengetahuanOtoritas Sebagai Sumber Pengetahuan. Read more ... » untuk melihat ide-ide. Plato juga percaya bahwa ada pra-eksistensi jiwa dan jiwa itu tidak dapat mati. Dalam tubuh jiwa terbelenggu dan untuk melepas jiwa dari tubuh hanya sedikit orang yang berhasil (mencapai pengetahuan dan mengalami ide-ide). Sikap yang selalu terpikat pada ke-tubuh-an kongkrit inilah yang membuat sulit.








PENUTUP
Jadi,titik beda pandangannya dengan sang guru terhormat Plato bahwa ketika Plato mengatakan realitas tertinggi adalah apa yang kita pikirkan dengan akal. Dan benda-benda di alam semata-mata cerminan dari benda-benda di dunia ide belaka. Misalnya, ide sebuah ayam akan muncul lebih dahulu sebelum selanjutnya nampak ayam dalam alam nyata. Dan antara keduanya—ide ayam dan ayam—berpisah.
Sedangkan sang murid tercinta Aristotelesmengatakan bahwa benda-benda di dunia ide atau yang ia pahami adalah jiwa hanyalah sebuah cerminan dari benda-benda di alam—dunia yang nyata. Maksudnya ialah sebuah gagasan kita masuk ke dalam kesadaran kita melalui apa yang pernah kita dengar dan lihat di alam nyata. Kita tidak punyaide bawaan.Tetapi kita punya akal bawaan yang punya kemampuan untuk mengorganisasikan seluruh kesan inderawi ke dalam kategori-kategori, sehingga muncul banyak konsep.Dan akal kita awalnya kosong sampai kita mengalami sesuatu.
Ringkasnya, menurut Aristoteles ini, antara ide dan benda alam nyata tidak terpisah seperti tubuh dan jiwa.Namun ide ada di dalam benda dan merupakan ciri khas benda.Misalnya, ide ayam ada dalam ayam itu sendiri.









Hadiwijono, Dr. Harun. Sari Sejarah Filsafat Barat I. Penerbit Kanisius: Yogyakarta. 2005.

http://aprillins.com/2009/267/filsafat-plato-ide-pengenalan-jiwa-dan-raga/diakses : 20 March 2014, 10:18:59 AM

Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. collections - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger